TUGAS PERKEMBANGAN KOBER



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kelompok bermain adalah salah satu bentuk layanan pendidikan bagi anak usia tiga sampai enam tahun yang berfungsi untuk meletakkan dasar-dasar ke arah perkembangan, sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi anak usia dini dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya, sehingga siap memasuki pendidikan dasar.
Pada kelompok bermain, anak bukan semata-mata bermain tetapi di dalamnya terdapat kegiatan bermain sambil belajar. Pendidikan dini bagi anak-anak usia prasekolah (0 - 6 tahun) merupakan hal yang sangat penting karena pada usia dini merupakan masa membentuk dasar- dasar kepribadian manusia, kemampuan berpikir, kecerdasan maupun kemampuan bersosialisasi. Pada dasarnya dunia anak adalah dunia fundamental dari perkembangan manusia menuju manusia dewasa yang sempurna.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah tercapai dari tugas-tugas perkembangan dalam penelitian ini?
2.      Apakah tercapai dari karakteristik anak pada masa kelompok bermain dalam penelitian ini?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui tugas-tugas perkembangan anak pada masa kelompok bermain
2.      Untuk mengetahui karakteristik anak pada masa kelompok bermain










BAB II
KAJIAN TEORI

A.    Pengertian dan Fungsi Kelompok Bermain
Kelompok Bermain (KOBER) sebagai kegiatan bermain yang teratur dari kelompok anak-anak usia prasekolah. Kelompok bermain lebih popular disebut dengan istilah play group merupakan lembaga pendidikan luar sekolah yang relatif masih baru, yang lahir dari pemikiran ahli neurologi bahwa pada usia prasekolah mutlak diperlukan sejumlah kegiatan dalam bentuk permainan yang bersifat edukatif, psikomotorik, emosi, sosial, afektif.
Fungsi kelompok bermain menurut Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (2001 : 2) adalah “Sebagai salah satu bentuk pendidikan prasekolah dengan mengutamakan kegiatan bermain dengan menerapkan sistem bermain sambil belajar secara individual dan kelompok melalui kegiatan aktif”.
Kelompok bermain menurut BPKB Jayagiri (1994, : 13) merupakan wahana pembinaan anak usia 3 – 6 tahun yang memiliki fungsi sebagai berikut :
1.      Pengganti sementara peranan orang tua dalam mendidik anaknya. Pada saat ini dimana orang tua sibuk termasuk ibu maka mereka menyerahkan pendidikan anaknya pada kelompok bermain, karena kelompok bermain merupakan kegiatan yang terorganisir sehingga dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan anak.
2.      Sebagai tempat kegiatan bermain bagi anak usia 3 – 6 tahun. Kegiatan bermain dilakukan secara bersama-sama atau berkelompok di bawah bimbingan atau pengawasan pengasuh yang memahami sifat, karakter, kebutuhan dan menguasai teknis bermain bagi anak 3 – 6 tahun. Kelompok bermain merupakan tempat bermain bagi anak yang merasa kesepian dan jenuh di rumah sendirian, karena anak merasa perlu mempunyai teman yang dapat diajak bermain dalam suasana gembira.
3.      Sebagai lembaga pendidikan prasekolah untuk mempersiapkan anak memasuki pendidikan selanjutnya. Diharapkan pada lembaga pendidikan prasekolah seperti kelompok bermain, anak terbiasa berhadapan dengan lingkungan pergaulan yang lebih luas di luar lingkungan keluarga. Hal ini mengakibatkan anak-anak yang mengikuti pendidikan pada kelompok bermain lebih siap menyesuaikan diri dalam mengikuti pendidikan selanjutnya.
4.      Membantu perkembangan anak secara menyeluruh. Pada kelompok bermain, anak diberikan sejumlah stimulasi dalam rangka pengembangan kognitif, psikomotorik, afektif dan sosial.

B.     Tugas-tugas Perkembangan
Adapun tugas-tugas perkembangan anak usia 2-3 tahun pada umumnya meliputi pencapaian dan persiapan dan segala hal yang berhubungan dengan kehidupan masa Anak-Anak:
1.      Menguasai kemampuan fisik dasar untuk bermain
2.      Bisa bermain dengan teman sebaya
3.      Membentuk sikap positif terhadap diri sendiri
4.      Mempelajari peran gender yang sesuai
5.      Mengembangkan kemampuan dasar dalam membaca, berhitung, dan menulis
6.      Mengembangkan hati nurani, moralitas, dan sistem nilai
7.      Memiliki kemandirian dasar dalam kegiatan sehari-hari
8.      Mengembangkan sikap yang tepat terhadap kelompok sosial tertentu

C.       Karakter Perkembangan
1.        Perkembangan Kognitif Anak Usia 2 – 3 Tahun (24 – 36 Bulan)
Kemampuan kognitif anak usia 2 – 3 tahun semakin kompleks. Perkembangan anak usia 2 – 3 tahun ditandai dengan beberapa tahap kemampuan yang dapat dicapai anak, yaitu sebagai berikut :
·         Berpikir simbolik. Anak usia 2 tahunan memiliki kemampuan untuk menggunakan simbol berupa kata-kata, gambaran mental atau aksi yang mewakili sesuatu. Salah satu bentuk lain dari berpikir simbolik adalah fantasi, sesuatu yang dapat digunakan anak ketika bermain. Mendekati usia ketiga, kemampuan anak semakin kompleks, dimana anak sudah mulai menggunakan obyek subtitusi dari benda sesungguhnya. Misalnya anak menyusun bantal- bantal sehingga menyerupai mobil dan dianggapnya sebagai mobil balap.
·         Mengelompokkan, mengurut dan menghitung. Pada tahun ketiganya, anak sudah dapat mengelompokkan mainannya berdasarkan bentuk, misalnya membedakan kelompok mainan mobil-mobilan dengan boneka binatang. Selain mengelompokkan, anak juga mampu menyusun balok sesuai urutan besarnya dan mengetahui perbedaan antara satu dengan beberapa (kemampuan menghitung).
·         Meningkatnya kemampuan mengingat. Kemampuan mengingat anak akan meningkat pada usia 8 bulan hingga 3 tahun. Sekitar usia 2 tahun, anak dapat mengingat kembali kejadian-kejadian menyenangkan yang terjadi beberapa bulan sebelumnya. Mereka juga dapat memahami dan mengingat dua perintah sederhana yang disampaikan bersama-sama. Memasuki usia 2,5 hingga 3 tahun, anak mampu menyebutkan kembali kata-kata yang terdapat pada satu atau dua lagu pengantar tidur.
·         Berkembangnya pemahaman konsep. Ketika mencapai usia 18 bulan, anak memahami waktu untuk pertama kalinya yaitu pemahaman “sebelum” dan “sesudah”. Selanjutnya pemahaman “hari ini”. Pada usia 2,5 tahun, anak mulai memahami pengertian “besok”, disusul dengan “kemarin” dan pengertian hari-hari selama seminggu di usia 3 tahun.
·         Puncak perkembangan bicara dan bahasa. Pada usia sekitar 36 bulan, perbendaharaan kata anak dapat mencapai 1000 kata dengan 80% kata-kata tersebut dapat dipahaminya. Pada usia ini biasanya anak mulai banyak berbicara mengenai orang-orang di sekelilingnya, terutama ayah, ibu dan anggota keluarga lainnya.

D.            Karakteristik anak usia 2 – 3 tahun
Anak pada usia ini memiliki beberapa kesamaan karakteristik dengan masa sebelumnya. Secara fisik anak masih mengalami pertumbuhan yang pesat. Beberapa karakteristik khusus yang dilalui anak usia 2 – 3 tahun antara lain :
a.       Anak sangat aktif mengeksplorasi benda-benda yang ada di sekitarnya. Ia memiliki kekuatan observasi yang tajam dan keinginan belajar yang luar biasa. Eksplorasi yang dilakukan oleh anak terhadap benda-benda apa saja yang ditemui merupakan proses belajar yang sangat efektif. Motivasi belajar anak pada usia tersebut menempati grafik tertinggi dibanding sepanjang usianya bila tidak ada hambatan dari lingkungan.
b.      Anak mulai mengembangkan kemampuan berbahasa. Diawali dengan berceloteh, kemudian satu dua kata dan kalimat yang belum jelas maknanya. Anak terus belajar dan berkomunikasi, memahami pembicaraan orang lain dan belajar mengungkapkan isi hati dan pikiran.
c.       Anak mulai belajar mengembangkan emosi. Perkembangan emosi anak didasarkan pada bagaimana lingkungan memperlakukan dia. Sebab emosi bukan ditemukan oleh bawaan namun lebih banyak pada lingkungan.






















BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.    Data objek Penelitian
Tempat Observasi       : KOBER IHSAN ASHSHIDDIQ
Tingkat                        : KOBER (Kelompok Bermain)
Alamat                        : Kp. Sekeangkrih RT 06 RW 20 Ds. Cileunyi Wetan, Kec. Cileunyi Kab. Bandung-Jawa Barat
Jumlah Anak               : 10 orang
Jumlah Guru                : 3 Orang diantaranya; Bu Ammy Sonia, Bu Anik Supriatin, dan Pak Tutun N. Darozat
Waktu Kunjungan       : Hari Senin dan Rabu pada tanggal 18 dan 20 April 2016 tepat di pukul 08.00 – 10.00 WIB
B.     Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode interpretatif yaitu menginterpretasikan data mengenai fenomena/gejala yang diteliti di lapangan.
Proses Pembelajaran Anak
Proses belajar anak di KOBER ini dilaksanakan pada hari Senin – Jumat, adapun kegiatan pembelajaran dimulai dari pukul 07.30 – 10.00 WIB.
Kegiatan belajar dimulai dengan Berbaris, masuk kelas lalu berdoa setelah berdoa mereka diajak bernyanyi setelah itu masuk dalam kegiatan inti, materi pembelajaran disampaikan dengan metode yang berbeda-beda sekreatif mungkin anak disamping bermain juga memahami pembelajaran yang akan diterapkan.
Pembelajaran anak dimasa ini tidak ditekankan dengan proses calistung seperti di SD, tapi pada masa ini anak belajar dengan cara bermain, melalui nyanyian-nyanyian dan tepuk-tepuk yang didalamnya menganduk unsur edukasi bagi anak, adapun anak juga diajarkan melalui gambar-gambar dalam buku cerita ataupun melalui video, yaitu pemutaran film terkait pemblajaran yang dilakukan.
Adapun pembelajaran yang diterapkan sesuai dengan tema yang sudah ditentukan, biasanya tema ini diterapkan selama 4 atau 3 minggu per tema, tema-tema yang diajarkan yaitu:
a.       Diri Sendiri
b.      Lingkungan
c.       Kebutuhanku
d.      Binatang
e.       Tanaman
f.       Rekreasi
g.      Profesi
h.      Air, Udara, dan Api
i.        Alat Komunikasi
j.        Tanah Airku
k.      Alam Semesta
Selain itu ada juga program bulanan yang biasa terlaksana seperti salah satunya adalah fun cooking. Anak diajarkan untuk mengenal peralatan dapur, cara memasak yang benar, memilih makanan yang sehat, dan lain sebagainya. Dalam hal ini dapat melatih anak menjadi kreatif, bertanggung jawab, dan kemampuan tertentu lainnya.

C.    Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1.      Observasi
Observasi dalam penelitian dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, selama dua jam pelajaran setiap kali pertemuan, yaitu pada hari Senin, 18 April 2016 dan Rabu, 20 April 2016. Penelitian menggunakan teknik observasi untuk memperoleh data yang berkaitan dengan aktifitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
2.      Wawancara
Wawancara dilakukan oleh peneliti dengan mengadakan tanya jawab secara langsung dengan pendidik untuk memperoleh data tentang peningkatan hasil belajar dan kemampuan anak.
3.      Dokumentasi
-          Terlampir





BAB IV
ANALISIS DATA
A.    Tabulasi data
Untuk memudahkan analisis data maka data hasil penelitian dibuat tabulasi sebagai berikut:
Observasi
Wawancara dengan guru
Dokumentasi
Anak-anak sedang melaksanakan kegiatan memasak (fun cooking)
-pembelajaran ditetapkan sesuai tema
-Kober Ihsan Ashshiddiq memberikan kegiatan fun cooking guna melatih motorik, belajar, serta menciptakan memori anak
-Dalam pelaksanaannya kami sengaja melibatkan anak dalam kegiatan fun cooking tersebut. Seperti memotong, mengolah, maupun menggoreng, dan lain sebagainya.
Terlampir
Terdapat kegiatan khusus untuk kegiatan fun cooking (dapur)
- mengizinkan anak membantu didapur sama dengan membantu melatih tanggung jawab
-mengizinkan anak untuk menggunakan perangkat-perangkat tertentu akan membantu anak melatih motoriknya
-memasak dengan anak-anak juga memberi tanggung kesempatan orang tua untuk menciptakan pengalaman membangun kedekatan yang tak ada sandingannya
-penyusunan kegiatan dilakukan satu bulan sekali sesuai program semester
-secara insting, orangtua cenderung ingin menjauhkan anak dari bahaya. Bahkan saking protektifnya, kebanyakan anak dilarang memasuki dapur
Terlampir

B.     Hasil analisis
Berdasarkan obserasi yang telah dilakukan oleh penulis pada saat penelitian maka diperoleh hasil dalam kegiatan fun cooking sebagai berikut :
Kober Ihsan Ashshiddiq melakukan kegiatan pembelajaran fun cooking dapat melatih motorik, sebagai bahan belajar, serta melatih memori anak.
Hasil wawancara dengan pendidik
Kober Ihsan Ashshiddiq bahwa kegiatan fun cooking dilakukan di kober Ihsan Ashshiddiq diharapkan mampu membangun kemampuan tertentu, tanggung jawab, kedekatan, kreativitas, pilihan sehat, dan lain sebaginya.
Jadi, analisis data diperoleh dari data yang terkumpul melalui obeservasi , wawancara dengan pendidik dan pimpinan dan dokumentasi pada saat penulis melakukan penelitian dan disusun saat penulis melakukan penelitian dan disusun menjadi tabulasi data. Hasil data yang telah dicapai oleh siswa melalui observasi dalam pembelajaran fun cooking melalui media yang dilakukan di Kober Ihsan Ashshiddiq

C.    Analisis kritis
Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan fun cooking dengan media merupakan kegiatan yang bermaksud mengembangkan berbagai kemampuan motorik anak
Melalui kegiatan fun cooking Kober Ihsan Ashshiddiq diharapkan mampu mempu mengembangkan kreativitas anak secara alami. Hal ini memberi kesempatan untuk anak merasa, menyentuh, dan mencium bahan makanan sehingga dapat memperkaya pengetahuan juga membantu menciptakan cita rasa kesukaan mereka sendiri
Secara umum Kober Ihsan Ashshiddiq telah mempunyai kegiatan-kegiatan baik yang terarah. Kegiatan-kegiatan tersebut telah disusun sedemikian rupa sesuai dengan tahap perkembangan anak sehingga anak berkembang dengan optimal





BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Simpulan
Dari tabulasi dan analisis data dapat disimpulkan beberapa hal yaitu sebagai berikut :
1.       Kober Ihsan Ashshiddiq mempunyai program pengembangan kemampuan yang dimiliki anak salah satunya dikembangkan melalui kegiatan fun cooking, sehingga anak dapat mengembangkan kreativitas dan rasa keingintahuan yang tinggi.
2.      Lingkungan/pemetaan area
3.      berdasarkan kebutuhan. Di Kober Ihsan Ashshiddiq juga disiapkan sedemikian rupa sehingga dapat mendukung pencapaian kemampuan yang dimiliki anak.

B.     Saran
1.        Kegiatan fun cooking hendaknya melibatkan orang tua, agar proses terciptanya kerjasama dan kedekatan anak dengan orang tua dapat terjalin secara alamiah.
2.        Kegiatan fun cooking hendaknya tersinkronisasi dengan tema pada saat itu
















DAFTAR PUSTAKA

Wong, D. L. 2008. Buku ajar keperawatan pediatrik Vol. 1. Jakarta: EGC.
A.      Hurlock Elizabeth. 1980. Psikologi Perkembangan Edisi kelima. Jakarta: Erlangga
Wawancara Guru KOBER Ihsan Ashshiddiq





























Lampiran
 

 

 

 
 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar